Sabtu, 16 April 2011

PROFIL KOTA SORONG

Profil Wilayah
            Nama Sorong berasal dari kata soren.Soren dalam bahasa Biak Numfor yang berarti laut yang daIam dan bergelombang. Kata Soren digunakan pertama kali oleh suku Biak Numfor yang berlayar pada zaman dahulu dengan perahu-perahu layar dari satu pulau ke pulau lain hingga tiba dan menetap di Kepulauan Raja Ampat. SukuBiak Numfor inilah yang memberi nama " Daratan Maladum" dengan sebutan  SOREN yang kemudian dilafalkan oleh  para pedagang Thionghoa, Misionaris clad  Eropa, Maluku dan Sanger Talaut dengan sebutan Sorong.  
          Kota Sorong dikenal dengan istilah Kota Minyak sejak masuknya para surveyor  minyak bumi dari Belanda pada tahun 1908. Kota Sorong terkenal sebagai salah satu  kota dengan Atribut peninggalan sejarah
Heritage Nederlands Neuw Guinea Maschcapeij (NNGPM) atau kota yang penuh dengan sisa-sisa peninggalan sejarah bekas perusahaan minyak milik Belanda. Kota Sorong sangatlah strategis karena merupakan pintu keluar masuk Provinsi Papua dan Kota Persinggahan. Kota Sorong juga rnerupakan Kota industri, perdagangan dan jasa,karena Kota Sorong dikelilingi oleh Kabupaten - Kabupaten yang mempunyai Sumber DayaAlam yang sangat potensial sehingga membuka peluang bagi investor dalam maupun luar
negeri untuk menanamkan modalnya.
         Kota Sorong pada mulanya merupakan salah satu kecamatan yang dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Sorong. Namun daIam perkembangannya telah mengalami perubahan sesuai Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 1996 tanggal 3 Juni 1996 menjadi Kota Administratif Sorong. Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang no. 45 Tahun 1999 Kota Administratif Sorong ditingkatkan statusnya rnenjadi daerah otonom sebagai Kota Sorong.Kemudian pada tanggal 12 Oktober 1999 bertempat di Jakarta dilaksanakan pelantikan Pejabat Walikota Sorong Drs. J. A. Jumame dan selanjutnya secara resmi Kota Sorong terpisah dari Kabupaten Sorong pada tanggal 28 Februari 2000.
           Kota Sorong disamping sebagai Kota persinggahan dan pintu gerbang Provinsi Papua, Kota Sorong juga sebagai Kota Industri, Perdagangan dan Jasa. Perpaduan nilai-nilai peninggalan sejarah dan keaslian alami serta keunikan Kota Sorong yang memiliki Water Front View atau  Kota dengan pemandangan laut serta perpaduan panorama, bentangan alam Pulau Waigeo,  Batanta dan Salawati yang merupakan satu gugusan kepulauan Raja Ampat. Serta fasilitas jasa pelayanan umum, yang cukup lengkap memberikan kesan dan daya tarik kepada pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman baru setelah berwisata ke Kota Sorong
       Kong terkenal dengan NNGPM ( Nederlands Neauw Guinea Petroleum Matschcapeij) atau kota yang penuh dengan sisa-sisa Peninggalan sejarah bekas perusahaan minyak milik  Belanda. Perusahaan NNGPM muIai melakukan aktivitas pengeboran minyak bumi di Sorong sejak Tahun 1935. Peninggalan bersejarah perusahaan tersebut adalah Pelabuhan Eksport Minyak Bumi, beberapa tangki penampung minyak, rumah tinggal karyawan, bekas barak karyawan. Bekas sekolah teknik (Voc School)
Orientasi Wilayah
Secara geografis, Kota Sorong berada pada koordinat 131°51' BT dan 0° 54' LS dengan luas wilayah 1.105 km2. . Wilayah kota ini berada pada ketinggian 3 meter dari permukaan laut dan suhu udara minimum di Kota Sorong sekitar 23, 1 ° C dan suhu udara maximum sekitar 33, 7 ° C. Curah hujan tercatat 2.911 mm. Curah hujan cukup merata sepanjang tahun . Tidak terdapat bulan tanpa hujan, banyaknya hari hujan setiap bulan antara 9 - 27 hari. Kelembaban udara rata-rata tercatat 84 %. Batas-batas geografis Kota Sorong adalah sebagai berikut :
  • Sebelah Barat : Selat Dampir
  • Sebelah Utara : Distrik Makbon & Selat Dampir
  • Sebelah Timur : Distrik Makbon
  • Sebelah Selatan : Distrik Aimas dan Distrik Salawati Kabupaten Sorong


Luas Kota Sorong adalah 1.105 Km2 terdiri dari 4 Distrik dan 20 Kelurahan yaitu :
1. Distrik Sorong membawahi :
  • �� Kelurahan Klademak
  • �� Kelurahan Remu Utara
  • �� Kelurahan Kialigi
  • �� Kelurahan Kampung Baru
  • �� Kelurahan Malawei
2. Distrik Sorong Timur membawahi :
  • �� Kelurahan Remu Selatan
  • �� Kelurahan Malanu
  • �� Kelurahan Klasaman
  • �� Kelurahan Klagete
  • �� Kelurahan Klawuyuk
  • �� Kelurahan Malaingkedi
3. Distrik Sorong Barat membawahi :
  • �� Kelurahan Klawasi
  • �� Kelurahan Rufei
  • �� Kelurahan Tanjung Kasuari
  • �� Kelurahan Saoka
  • �� Kelurahan Klabala
4. Distrik Kepulauan membawahi :
  • �� Kelurahan Dum Timur
  • �� Kelurahan Dum Barat
  • �� Kelurahan Soap
  • �� Kelurahan Raam 
          Keadaan topografi Kota Sorong sangat bervariasi terdiri dari pegunungan, lereng, bukit-bukit dan sebagian adalah dataran rendah, sebelah timur di kelilingi hutan lebat yang merupakan  hutan lindung dan hutan wisata.Keadaan geologi Kota Sorong terdapat hamparan galian golongan C seperti batu gunung, batu kaIi, sirtu, pasir, tanah urug dan kerikil. Sedangkan jenis tanah yang terdapat di Kota Sorong adalah tanah latosal putih yang terdapat di pinggiran pantai Tanjung Kasuari dan tanah fudsolik merah kuning yang terdapat dihamparan seluruh kawasan Distrik Sorong Timur. Keadaan permukaan Kota Sorong yang terdiri dari gunung, buki-bukit dan dataran yang rendah yang ditandai dengan jurang, dan wilayah ini dialiri sungai-sungai sedang, kecil seperti sungai Rufei, sungai Klabala, sungai Duyung, sungai Remu, sungai Klagison, sungai Klawiki, sungai Klasaman dan sungai Klabtin. Fasilitas penunjang wisata lainnya tahun 2003 adalah taman rekreasi pantai Tanjung Kasuari dengan pesona pasir putihnya, Pulau Raam, Pulau Soop dan Pulau Doom yang terkenal dengan pantainya yang indah. Juga pulau Dofior yang terdapat Tugu Selamat Datang di Kota  Sorong dengan menggunakan bahasa Moi ( suku asli di Kota Sorong) yang ramah dan bersahabat menyambut pengunjung yang datang di Kota Sorong. Juga tembok Dofior yang terkenal dengan pemandangan panorama lout dan keindahan alam menjelang senja.
 

0 komentar:

Poskan Komentar