Selasa, 12 April 2011

PROFIL KOTA KEDIRI

      Kota Kediri  identik dikenal sebagi Kota Rokok Kretek. Karena di kota itulah ,berdiri abrik rokok kretek PT.GudangGaram di atas areal seluas 250 hektardan memiliki sekitar 40.000 karyawan dan buruh.
      Kota Kediri terdiri dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Mojoroto, Kota, dan Pesantren seluas 63,40 km2 dengan jumlah penduduk keseluruhan sejumlah 240.979 jiwa, dan 46 kelurahan.Kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Mojoroto (24,6 km2)sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Kota (14,9 km2).Salah satu potensi pariwisata yang ada di Kota Kediri adalah Jalan Dhoho. Jikadikelola secara profesional, maka pengembangan jalan Dhoho dan sekitarnya sebagai obyek wisata belanja ini, bisa berhasil semacam Jalan Malioboro di Jogjakarta. Karena keberadaan Dhoho sendiri sebagai pusat keramaian, kini sudah tercipta. Aset obyek wisata-agama di Kabupaten Kediri, yaitu Gua Maria Puh Sarang,bisa ”dimanfaatkan” untuk mengembangkan Dhoho.Luas panen komoditi padi sawah pada tahun 2003 mengalami peningkatan sebesar11,57%. Peningkatan ini diikuti juga oleh peningkatan produksinya sebesar 11,29%. Produksi buah-buahan di Kota Kediri terbanyak adalah buah pisang yang tersebarterbanyak di Kecamatan Pesantren.
Hasil panen/produksi beberapa komoditi palawija pada tahun 2003 mengalami  penurunan dibanding tahun 2002, seperti jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Sedangkan tanaman palawija yang mengalami peningkatan yaitu kacang tanah dan kedelai.Populasi sapi dan sapi perah mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya,
sebanyak 4.914 ekor sapi pada tahun 2002 bertambah 139 ekor menjadi 5.053 ekorpada tahun 2003.Jumlah peternak terbanyak yang terdapat di Kota Kediri adalah di KecamatanPesantren dimana hampir di semua jenis hewan ternak terbanyak terdapat dikecamatan ini. Jumlah petani ikan yang terdapat di Kota Kediri adalah yangterbanyak di Kecamatan Mojoroto, namun demikian jumlah produksi ikan terbanyak
terdapat di Kecamatan Pesantren yaitu 120.000 kg, namun ada 35.500.000 ekor yang terdapat di kecamatan Mojoroto, atau tiga kali lebih banyak dibandingkanjumlah produksi dalam hitungan ekor di Kecamatan Pesantren
Orientasi Wilayah
Secara astronomis terletak di antara 5º9’30’-5º9’37’ Bujur Timur dan 7º45’50”-
7º51’30” Lintang Selatan. Secara geografis wilayah Kota Kediri mempunyai luas
wilayah 63,40 km2 dengan batas-batas administrasinya adalah sebagai berikut :

�� Batas wilayah utara : Kecamatan Gampengrejo dan Grogol
�� Batas wilayah timur : Kecamatan Gurah dan Wates
�� Batas wilayah selatan : Kecamatan Ngadiluwih dan Kandat
�� Batas wilayah barat : Kecamatan Semen dan Grogol




Wilayah Kota Kediri berada pada ketinggian antara 63-472 m diatas permukaan laut.Mayoritas Kota Kediri (80,17%) berada pada ketinggian 63-100 meter dari permukaan laut yang terletak sepanjang sisi kiri-kanan Kali Brantas.Seluruh wilayah Kota Kediri berbatasan dengan wilayah kecamatan-kecamatan yang termasuk wilayah pemerintahan Kabupaten Kediri baik batas utara, timur, selatan, maupun barat, dengan kondisi wilayah yang relatif datar, meskipun di bagian barat dibatasi oleh Gunung Klotok dengan ketinggian 672 meter dan Gunung  Maskumambang setinggi 300 meter.Keadaan geologi Kota Kediri dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Alluvium : hampir 77,49% (4.921 Ha) wilayah Kota Kediri terbentuk dari K
edirian induk alluvium.
b. Young Quertenery Volcanic Product : terdapat di bagian timur Kota Kediri
dengan luas 1.127 Ha (17.78%), wilayah ini merupakan tanah pertanian yang
subur karena berasal dari K edirian vulcanic muda (Gunung Kelud).
c. Undefferentiated Vulcanic Product : kelompok K edirian ini terdapat di
sebelah barat Kota Kediri yang terletak pada daerah berbukit seluas 300 Ha
(4,73%).
Ditengah-tengah Kota Kediri terdapat Kali Brantas yang mengalir dari arah selatankeutara, sehingga seolah-olah membelah Kota Kediri menjadi wilayah bagian barat(Kecamatan Mojoroto) dan wilayah timur (Kecamatan Kota Kediri dan KecamatanPesantren). Air tanah yang pada umumnya jernih (kedalaman air tanah 3-12 m) dandapat dimanfaatkan untuk air minum (sumur gali, sumur pmpa) terutama bagi penduduk yang tidak mendapat fasilitas air minum PDAM.Kota Kediri mempunyai curah hujan rata-rata antara 1000-2000 mm pertahun. Curahhujan tidak merata sepanjang tahun, bulan kering Mei-Oktober dan bulan basahNovember-April.Penggunaan lahan di Kota Kediri sebagian besar masih merupakan lahan terbangun
(untuk kegiatan perumahan, perdagangan, jasa dan industri) dengan wilayah seluas2.700,07 Ha (44%).

0 komentar:

Posting Komentar