Kamis, 28 April 2011

PROFIL KOTA PAYAKUMBUH

 Profil   wilayah
Kota Payakumbuh terdiri dari 3  kecamatan yaitu Kecamatan Payakumbuh Barat, Payakumbuh Timur, dan Payakumbuh Utara, seluas 80,43 km2 dengan jumlah penduduk keseluruhan sejumlah 192.442 jiwa. Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Payakumbuh, 2003 Kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Payakumbuh Barat (33,75 km2) sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Payakumbuh Timur (22,73 km2). Dalam kegiatan pertanian, komoditas yang turut menggerakkan perdagangan berasal dari
kelompok tanaman bahan pangan. Produktivitas padi cukup tinggi di wilayah perkotaan ini. Dari lahan seluas 6.845 Ha, produksi padi mencapai 33.835 ton. Selain dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok, beras dimanfaatkan untuk membuat makanan khas daerah. Jenis tanaman lainnya yang cukup berlimpah adalah ubi kayu, pisang, rambutan, ketimun, dan kangkung.
Di sektor peternakan, Payakumbuh termasuk produsen ternak cukup besar di Sumbar. Produksi daging sapi, kerbau, kuda, kambing, ayam, dan itik tahun 2002 lalu mencapai 2,3 juta ton. Sementara produksi telur dari ayam ras, ayam kampung, dan itik mencapai 1,9 juta ton.Kawasan yang mempunyai potensi ekonomi berskala regional dan nasional yang ada di Kota Payakumbuh adalah 1 unit terminal bus skala propinsi yang berlokasi kel. Kubu Gadang dan 1 unit pasar regional yang berlokasi di Jl. Sukarno Hatta ( Kel Parit Rantang). Juga terdapat kawasan wisata sebagai kawasan yang kekhususan skala internasional dan nasional yaitu Ngalau Indah. Kemudian Payakumbuh dilintasi oleh jalan nasional sepanjang 19,42 km, dan terdapat I IPLT berlokasi di sungai Durian, I TPA yang berlokasi di Kel. Kubu Gadang dan 3 IPA yang berlokasi di Batang Tabit, Kamuruncing dan S. dareh.
 
Orientasi wilayah
Secara geografis wilayah Kota Payakumbuh terletak antara 0° 10' sampai 0° 17' LS dan 100° sampai 100° 42' BT dengan luas wilayah 80,43 km2 dengan batas-batas wilayahsebagai berikut :
  • 􀂃 Batas Utara : Kabupaten 50 Kota
  • 􀂃 Batas Selatan : Kabupaten 50 Kota
  • 􀂃 Batas Timur : Kabupaten 50 Kota
  • 􀂃 Batas Barat : Kabupaten 50 Kota


Keadaan topografi kota Payakumbuh bervariasi antara dataran dan berbukit dengan ketinggian 514 meter di atas permukan laut. Kota Payakumbuh dilalui oleh tiga buah sungai yaitu Batang Agam, Batang Lampasi dan Batang Sinama. Payakumbuh tercatat memiliki luas wilayah 80,43 Km2 atau setara dengan 0,19% dari luas wilayah Sumatera Barat, yang terdiri dari 17,3% wilayah yang telah terbangun, bagian yang tidak terbangun digunakan untuk kegiatan pertanian, hutan, perikanan, rawa-rawa dan lain-lain. Suhu udara rata-rata 26 °C dengan kelembaban udara berkisar antara 45-50 %. Curah hujan pada tahun 2001 adalah 1507 mm dengan jumlah hari hujan adalah 85 hari.

Rabu, 27 April 2011

PERJALANAN PANJANG ALFRED RUSSEL WALLACE

Senin, 25 April 2011

SIKLUS HIDROLOGI

Minggu, 24 April 2011

PEMBAGIAN WAKTU DUNIA

Kamis, 21 April 2011

PROFIL KOTA YOGYAKARTA

Profil Wilayah
          Ngayogyakarta Hadiningrat yang didirikan oleh Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I) pada tahun 1755 hasil dari Perjanjian Giyanti, di kemudian hari tumbuh menjadi kota yang kaya akan budaya dan kesenian Jawa. Yang menjadi titik sentral dari perkembangan kesenian dan budaya adalah kesultanan. Beragam kesenian Jawa klasik, seperti seni tari, tembang, geguritan, gamelan, seni lukis, sastra serta ukir-ukiran, berkembang dari dalam keraton dan kemudian menjadi kesenian rakyat. Kemudian, kesatuan masyarakat dengan nilai-nilai kesenian seakan telah mendarah daging sehingga Yogyakarta dengan 395.604 jiwa penduduknya seperti tidak pernah kehabisan seniman-seniman handal. Selain pesona budaya, khasanah arsitektur kuno juga memiliki daya magis tersendiri bagi para wisatawan. Sebutlah Istana Air Tamansari, Keraton Yogyakarta, Keraton Pakualaman, Candi Prambanan, dan berbagai museum. Karena dinilai sarat akan kebudayaan, maka Yogyakarta menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) utama di Indonesia (meski masih dibawah Pulau Bali).
         Salah satu kekayaan lain dari Yogyakarta adalah sekolah. Sejak bedirinya UGM tahun 1949, kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar. Termasuk UGM, masih ada 47 perguruan tinggi lain, mulai dari tingkat akademi, institut, politeknik, sekolah tinggi, maupun universitas dengan jumlah mahasiwa mencapai 86.000 orang. Subsektor pendidikan ini merupakan salah satu penyumbang dari sektor jasa-jasa yang pada tahun 2000 lalu bernilai Rp 703 milyar. Keberadaan PT dan mahasiswa memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai usaha yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa, seperti pemondokan, kedai makan, fotokopi, hingga usaha hiburan seperti rental VCD, games, persewaan komik, boutique, sampai salon-salon kecantikan.
Orientasi Wilayah
Secara geografis, Kota Yogyakarta terletak antara 110º24’19” - 110º28’53” Bujur Timur dan 07º15’24” - 07º49’26” Lintang Selatan. Wilayah kota Yogyakarta dibatasi oleh daerah-daerah seperti:
  • • Batas wilayah utara : Kab.Sleman
  • • Batas wilayah selatan : Kab.Bantul
  • • Batas wilayah barat : Kab.Bantul dan kab.Sleman
  • • Batas wilayah timur : Kab.Bantul dan kab.Sleman


Kota Yogyakarta memiliki kemiringan lahan yang relatif datar antara 0%-3% ke arah selatan serta mengalir 3 buah sungai besar : Sungai Winongo di bagian barat, Sungai Code dibagian tengah dan Sungai Gajahwong dibagian timur. Wilayah Kota Yogayakarta terbagi dalam lima bagian kota dengan pembagian sebagai berikut:
Wilayah I : Ketinggian daerah ini ± 91 m - ± 117 m diatas permukaan laut rata-rata. Yang termasuk dalam wilayah ini adalah :
  • • Sebagian Kecamatan Jetis
  • • Kecamatan Gedongtengen
  • • Kecamatan Ngampilan
  • • Kecamatan Keraton
  • • Kecamatan Gondomanan
Wilayah II : Ketinggian daerah ini ± 97 m - ± 114 m diatas permukaan laut rata-rata. Yang termasuk ke dalam wilayah ini adalah:
• Kecamatan Tegalrejo
• Sebagian Kecamatan Wirobrajan
Wilayah III : Ketinggian daerah ini ± 102 m - ± 130 m diatas permukaan laut rata rata. Yang termasuk ke dalam wilayah ini adalah:
• Kecamatan Gondokusuman
• Kecamatan Danurejan
• Kecamatan Pakualaman
• Sebagian kecil Kecamatan Umbulharjo
Wilayah IV : Ketinggian daerah ini ± 75 m - ± 102 m diatas permukaan laut rata-rata.Yang termasuk ke dalam wilayah ini adalah:
• Sebagian Kecamatan Mergangsan
• Kecamatan Umbulharjo
• Kecamatan Kotagedhe
• Kecamatan Mergangsan
Wilayah V : Ketinggian daerah ini ± 83 m - ± 102 m diatas permukaan laut rata-rata.
Yang termasuk ke dalam wilayah ini adalah;
• Kecamatan Wirobrajan
• Kecamatan Mantrijeron
• Sebagian Kecamatan Gondomanan
• Sebagian Kecamatan Mergangsang
         Wilayah Kota Yogyakarta terdiri dari 14 kecamatan, 45 kelurahan, 617 RW, dan 2532 RT dengan wilayah seluas 32,5 km² atau kurang lebih 1,02% dari luas Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Kota Yogyakarta termasuk cekungan bagian bawah dari lereng Gunung Merapi, sebagian besar tanahnya berupa tanah regosol atau vulkanis muda. Sedangkan di Kecamatan Umbulharjo dan sekitarnya jenis tanahnya adalah lempung kepasiran (sandy clay ) dengan formasi geologi batuan sedimen andesit tua (old andesit)/kepasiran.
Karakteristik jenis tanah regosol pada umumnya profil tanah belum berkembang, tekstur tanah kepasiran, geluh, struktur tanah remah gumpal lemah, infiltrasi sedang sampai tinggi dengan solum tebal. Jenis tanah ini mudah meresapkan air permukaan, sehingga dalam kondisi tertentu mampu berfungsi sebagai media perkolasi yang baik bagi

PROFIL KOTA SIDOARJO

 Profil Kota
Kota Sidoarjo merupakan Ibukota Kecamatan Sidoarjo yang terletak di tepi Selat Madura dan termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa Timur Batas-batas administrasi dari kota Sidoarjo ini adalah:
  • 􀂃 Sebelah utara : Kecamatan Waru
  • 􀂃 Sebelah selatan : Kecamatan Porong
  • 􀂃 Sebelah Timur : Selat Madura
  • 􀂃 Sebelah Barat : Kecamatan Krian


Secara geografis wilayah Kota Sidoarjo memiliki luas wilayah 6.256 Ha. Ditinjau dari Topografi keadaan medan Kota Sidoarjo berada pada ketinggian antara 23 - 32 diatas permukaan laut,

PETA PERSEBARAN HEWAN DI INDONESIA

Rabu, 20 April 2011

9 Nama Sungai Terpanjang di Indonesia

Berikut Nama-Nama sungai yang terpanjang di Indonesia :